Skip to main content

Posts

Featured Post

Sendu

Hujan turun begitu deras di awal Februari. Aku suka hujan. Aku suka bagaimana mereka menimbulkan gemercik. Mereka bernyanyi, aku tahu. Aku suka bagaimana mereka membasahi jalanan. Hei, Bagaimana mereka bisa begitu terasa menenangkan sedangkan mereka rela jatuh dari langit kemudian hancur? Aku juga suka, Bagaimana mereka bisa begitu bersimpati pada luka yang ada, Seolah memberitahu bahwa, "Aku juga bersedih, tidak apa-apa." Jadi, Aku menangis. Tepat dimana dulu, Aku, Kamu, kita, tertawa. Di tempat dulu kau bahagia, Denganku, tentu saja. Tidak, Aku tidak memohon agar semuanya kembali. Lenyap kan saja apa yang seharusnya memang tidak layak untuk ada. Hapus saja semuanya, Aku memang masih peduli, tapi kau tidak. Jadi, Aku menangis lagi. Sampai Aku tak tahu lagi, apa itu air mata, atau hujan. Mereka menamparku, Hujan itu, Kenangan itu, Semuanya. Biar saja, tidak apa-apa. Langit pun mengerti, Ia menangis juga. Jadi, ku biarkan kami mena...

Latest Posts

Selalu Aku

Segala yang Tersisa.

Kecil dan Ketakutan

Waktu yang Terbuang

Dalam Genggaman

#STORYTIME - Bicara Tentang Cinta yang Tak Sampai

#SuratCinta - (Aku) Hanya Sejauh Nada Sambung Telepon Genggam (Untukmu)

Saat Kita Sudah Selesai

#SuratCinta - Di Bawah Langit Abu-Abu

Tolong Aku, Terima Kasih.

Sejadi-jadinya Jatuh Cinta