#STORYTIME - Bicara Tentang Cinta yang Tak Sampai
Suatu hari, kita pernah begitu mencintai.
Saat dimana jantung berdetak kencang hingga kita menyadarinya,
saat jari terpaut satu sama lain,
saat senyumnya membekukan waktu dan kita diam tak bergeming,
melebarkan mata tak percaya, dibasuh kelegaan yang samar atas sesuatu yang baru saja kita sadari,
bahwa kita jatuh cinta.
Selanjutnya, rasa yang ada akan bergerak naik dan turun. Itu bukanlah perkara yang harus diperdebatkan. Banyak hal yang terjadi di antara dua manusia yang jatuh cinta, dan tak ada satupun yang tak memberikan pelajaran berharga. Hari ini kau bisa mencintainya pada titik 7, dan dia hanya akan memberimu 3. Mungkin besok ketika kau merasa hanya bisa memberikan 4, dia akan melengkapi sisanya menjadi sempurna. Karena kau tahu, cinta tidak selalu harus menjadi 5 dan 5.
Tapi,
bagaimana dengan mereka yang cintanya tidak pernah sampai?
bagaimana dengan cinta yang diam?
dengan cinta yang memandang dari jauh,
dengan cinta yang ketakutan,
dengan cinta yang terlarang,
dengan cinta yang malu,
dengan cinta yang jauh?
bagaimana?
Mereka ini, adalah orang-orang yang mungkin selalu memberikan 10, hingga membuat orang yang dicintainya kebingungan. Mereka mungkin bisa memberikan 7, 8, atau 9 tanpa balasan untuk menjadikan cintanya sempurna. Mereka tak pernah terbalas, mereka akan mencintai dengan sebaik-baiknya, sendirian.
Mereka ini, adalah orang-orang yang memahami dan menerima, bahwa jatuh cinta tidak harus selalu berdua. Mereka tetap mencintai walau tahu mereka akan tenggelam pada rasanya sendiri. Kita tidak tahu seberapa tinggi titik yang bisa mereka capai ketika mencintai, mungkin bisa menyentuh 11, mungkin 14, 20, mungkin mereka bisa mencintai hingga hampir kehilangan akal, namun tetap menjaga rasa mereka dalam-dalam, berdamai dengan diri mereka sendiri, lalu menerimanya dengan baik.
Mereka ini, yang akan duduk semalaman memikirkanmu yang bahkan tidak mengetahui bahwa kau telah dicintai oleh hati yang terjebak pada kesendiriannya. Mereka yang akan menarik kembali ingatan tentangmu, tentang bagaimana kau tersenyum dan tertawa, bagaimana suaramu terdengar di telinganya, bagaimana semua itu mempengaruhi hidupnya, dan semua hari-hari yang dilewatinya.
Mereka ini, yang akan memastikan keadaanmu tanpa bertanya, satu-satunya yang menyadari perubahan pada emosi yang terpancar di wajahmu, atau hal-hal apa saja yang membuat matamu berkaca-kaca. Ia, yang akan menyadari segala yang tersembunyi darimu, karena itulah yang selalu mereka lakukan; mencintaimu dari jauh.
Mereka ini,
tenggelam saat mencintai seseorang.
ada hari dimana mereka telah mati,
kesulitan untuk bernafas,
putus asa akan cinta yang tak bisa tersampaikan dengan baik,
hingga mereka terkubur dalam rasa yang entah mau dibawa kemana.
Mereka ini,
tidak tahu bagaimana rasanya jika suatu hari mereka tak lagi mencintaimu.
mereka bahkan tidak memikirkan itu sedikitpun.
mereka akan terus mencintai, terus, terus, dan terus
hingga hati mereka perlahan-lahan kelelahan karenanya.
Mereka ini,
ketakutan setengah mati,
akan kenyataan yang akan menghajar mereka tepat di wajah,
hanya karena mencintaimu begitu dalam,
tanpa menghiraukan apapun yang membahayakan dirinya sendiri.
mereka akan ketakutan,
atas penolakan yang menjadikan mereka tak berdaya,
rendah,
dan terlupakan.
Mereka ini,
yang berdiri pada batas yang tak mampu mereka lewati,
memandangmu menggenggam tangan yang lainnya,
tersenyum bukan untuknya,
dengan segenap hatinya yang pilu.
Mereka ini,
yang tak yakin apakah cinta ini cukup bagimu,
tidak ingin mengecewakanmu dengan titik rasa yang mereka miliki,
walau nyatanya mereka berada pada angka 12, atau lebih dari itu.
Mereka ini,
yang memiliki hati seperti baja,
mengetahui rasa ini pada akhirnya akan menyakiti diri mereka sendiri,
namun memilih tetap mencintaimu dari jauh
lalu menangis diam-diam,
tidak ingin ada yang menganggap bahwa cintanya ini tidaklah masuk akal.
karena mereka tahu,
rasa ini begitu nyata dan benar adanya
hanya saja,
ia tidak pernah sampai padamu.
Sehingga, seperti itulah mereka memahami bagaimana cara untuk mencintai.
Suatu hari,
mereka mungkin saja akan berhenti.
tapi setidaknya,
tidakkah apa yang pernah mereka lakukan ini, adalah bentuk cinta lainnya yang bisa kita hargai?
/bellavir/
Comments
Post a Comment