Sendu
Hujan turun begitu deras di awal Februari.
Aku suka hujan.
Aku suka bagaimana mereka menimbulkan gemercik.
Mereka bernyanyi, aku tahu.
Aku suka bagaimana mereka membasahi jalanan.
Hei,
Bagaimana mereka bisa begitu terasa menenangkan sedangkan mereka rela jatuh dari langit kemudian hancur?
Aku juga suka,
Bagaimana mereka bisa begitu bersimpati pada luka yang ada,
Seolah memberitahu bahwa,
"Aku juga bersedih, tidak apa-apa."
Jadi, Aku menangis.
Tepat dimana dulu, Aku, Kamu, kita, tertawa.
Di tempat dulu kau bahagia,
Denganku, tentu saja.
Tidak, Aku tidak memohon agar semuanya kembali.
Lenyap kan saja apa yang seharusnya memang tidak layak untuk ada.
Hapus saja semuanya,
Aku memang masih peduli, tapi kau tidak.
Jadi, Aku menangis lagi.
Sampai Aku tak tahu lagi, apa itu air mata, atau hujan.
Mereka menamparku,
Hujan itu,
Kenangan itu,
Semuanya.
Biar saja, tidak apa-apa.
Langit pun mengerti, Ia menangis juga.
Jadi, ku biarkan kami menangis bersama.
Setelah ini,
Langit akan kelelahan,
Begitu juga aku.
Kami akan berhenti,
Lalu kembali menceriakan kembali apa yang seharusnya memiliki warna.
Kami tak akan lagi sesendu kemarin.
Aku tak akan lagi segelap langit di awal bulan Februari.
/bellavir/
Aku suka hujan.
Aku suka bagaimana mereka menimbulkan gemercik.
Mereka bernyanyi, aku tahu.
Aku suka bagaimana mereka membasahi jalanan.
Hei,
Bagaimana mereka bisa begitu terasa menenangkan sedangkan mereka rela jatuh dari langit kemudian hancur?
Aku juga suka,
Bagaimana mereka bisa begitu bersimpati pada luka yang ada,
Seolah memberitahu bahwa,
"Aku juga bersedih, tidak apa-apa."
Jadi, Aku menangis.
Tepat dimana dulu, Aku, Kamu, kita, tertawa.
Di tempat dulu kau bahagia,
Denganku, tentu saja.
Tidak, Aku tidak memohon agar semuanya kembali.
Lenyap kan saja apa yang seharusnya memang tidak layak untuk ada.
Hapus saja semuanya,
Aku memang masih peduli, tapi kau tidak.
Jadi, Aku menangis lagi.
Sampai Aku tak tahu lagi, apa itu air mata, atau hujan.
Mereka menamparku,
Hujan itu,
Kenangan itu,
Semuanya.
Biar saja, tidak apa-apa.
Langit pun mengerti, Ia menangis juga.
Jadi, ku biarkan kami menangis bersama.
Setelah ini,
Langit akan kelelahan,
Begitu juga aku.
Kami akan berhenti,
Lalu kembali menceriakan kembali apa yang seharusnya memiliki warna.
Kami tak akan lagi sesendu kemarin.
Aku tak akan lagi segelap langit di awal bulan Februari.
/bellavir/
Comments
Post a Comment