Hei, Manisku?
Ini adalah ke-seribu-satu kalinya Aku lupa cara memanggilmu,
Aku tak tahu persis darimana auramu menggeliat
Memaksa untuk keluar,
Agar mereka dapat menusuk relung hati yang paling dalam
Setiap gerak,
Nafas,
Kedipan,
Senyummu,
Bisikmu,
Seolah serupa dengan alunan suara yang indah,
Membuat bibir ini berucap tanpa kesulitan,
Hei, manisku?
Maaf karena Aku sudah serupa dengan debu,
Maaf karena Aku membiarkan diri ini terbang tertiup angin,
Aku akan jadi parasit dimana pun aku berisirahat,
Dimana pun aku mencoba menjadi mutiara,
Atau kapan pun aku mencoba untuk mempunyai arti,
Aku akan terlihat sangat tidak layak untuk dimiliki,
Bahkan, maaf, aku pun tak mampu mengangkatmu setinggi matahari
Oh, hei, manisku?
Bahagiakah harimu kini?
/bellavir/
Aku tak tahu persis darimana auramu menggeliat
Memaksa untuk keluar,
Agar mereka dapat menusuk relung hati yang paling dalam
Setiap gerak,
Nafas,
Kedipan,
Senyummu,
Bisikmu,
Seolah serupa dengan alunan suara yang indah,
Membuat bibir ini berucap tanpa kesulitan,
Hei, manisku?
Maaf karena Aku sudah serupa dengan debu,
Maaf karena Aku membiarkan diri ini terbang tertiup angin,
Aku akan jadi parasit dimana pun aku berisirahat,
Dimana pun aku mencoba menjadi mutiara,
Atau kapan pun aku mencoba untuk mempunyai arti,
Aku akan terlihat sangat tidak layak untuk dimiliki,
Bahkan, maaf, aku pun tak mampu mengangkatmu setinggi matahari
Oh, hei, manisku?
Bahagiakah harimu kini?
/bellavir/
Comments
Post a Comment