Pena yang Patah
Begitu sulit rasanya menafsirkan kata,
Ketika ia tak lagi berarti apa apa
Kamu, begitu kuat hingga sulit diartikan
Bahkan menulis tentangmu pun berarti bertaruh nyawa
Aku tak paham lagi soal rasa
Kadang ada, kadang hambar
Bahkan saat aku menulis tentangmu,
Pena tinta hitam ini seolah berganti putih
Aku masih berusaha,
Setidaknya tanganku memegang kuat kendali ini,
Tenang, pena ini tak akan jatuh,
Aku menekan,
Terus menekan agar goresan tinta dapat terukir.
Aku berusaha terus,
Menekan lagi, menekan lagi, lagi, lagi,
Bahkan Aku terus memaksa,
Karena Aku ingin menulis tentangmu
Sangat ingin hingga urat nadi ku menegang,
Sangat ingin sampai menangis,
Karna aku tak ingin lupa tentangmu,
Aku ingin melukismu lewat kata,
Hai, aku tahu ini egois,
aku, memang egois, kan?
Tapi, Apa pena pena yang patah ini tak cukup meyakinkanmu?
Apa cahaya wajah yang pudar ini tidak ada artinya?
Suatu hari ketika aku menyerah menggenggam pena ini,
Kau akan lihat bagaimana aku melepaskan nya,
Kau akan lihat bagaimana serpihan nya tertancap di tanganku
Saat itu mungkin kau baru menyadari,
Bahwa aku tidak sempat menulis apapun tentangmu,
Aku sudah sungguh sungguh berhenti berusaha.
/bellavir/
Ketika ia tak lagi berarti apa apa
Kamu, begitu kuat hingga sulit diartikan
Bahkan menulis tentangmu pun berarti bertaruh nyawa
Aku tak paham lagi soal rasa
Kadang ada, kadang hambar
Bahkan saat aku menulis tentangmu,
Pena tinta hitam ini seolah berganti putih
Aku masih berusaha,
Setidaknya tanganku memegang kuat kendali ini,
Tenang, pena ini tak akan jatuh,
Aku menekan,
Terus menekan agar goresan tinta dapat terukir.
Aku berusaha terus,
Menekan lagi, menekan lagi, lagi, lagi,
Bahkan Aku terus memaksa,
Karena Aku ingin menulis tentangmu
Sangat ingin hingga urat nadi ku menegang,
Sangat ingin sampai menangis,
Karna aku tak ingin lupa tentangmu,
Aku ingin melukismu lewat kata,
Hai, aku tahu ini egois,
aku, memang egois, kan?
Tapi, Apa pena pena yang patah ini tak cukup meyakinkanmu?
Apa cahaya wajah yang pudar ini tidak ada artinya?
Suatu hari ketika aku menyerah menggenggam pena ini,
Kau akan lihat bagaimana aku melepaskan nya,
Kau akan lihat bagaimana serpihan nya tertancap di tanganku
Saat itu mungkin kau baru menyadari,
Bahwa aku tidak sempat menulis apapun tentangmu,
Aku sudah sungguh sungguh berhenti berusaha.
/bellavir/
Comments
Post a Comment