#SuratCinta - Di Bawah Langit Abu-Abu
1. Langit abu-abu itu menaungi semua kekosongan pada mereka-mereka yang hatinya dirampas secara paksa.
2. Mereka-mereka, adalah manusia-manusia yang belum selesai mencintai.
3. Aku duduk diam di antara orang-orang yang memiliki cerita yang berbeda. Percayalah bahwa aku berharap salah satunya mampu memahami kesendirian ini. Memahami bahwa kadang dunia memang bersikap berbeda pada tiap-tiap orang. Termasuk padaku, sore ini.
4. Tapi satu hal yang kuyakini, dunia telah bersikap seadil-adilnya terhadap siapa pun yang bernafas.
5. Setengah diri ini kehilangan bagiannya. Kau pergi pada suatu malam saat aku sedang sibuk-sibuknya mencintaimu. Saat aku sedang bersiap-siap beristirahat atas lelahnya menyayangi. Saat aku sedang memperbaiki bagian dari diriku yang rusak oleh hari-hari yang lalu. Aku belum selesai, namun kau sudah berlalu.
6. Aku tak bergeming hingga keesokan paginya. Tanganku penuh dengan kata sayang, aku mencintaimu, tolong jaga aku, Terima kasih, dan tolong jangan pergi. Sekarang aku tidak tahu harus meletakan kata-kata ini pada siapa. Di mana kau?
7. Langit abu-abu, awan-awan yang berkumpul dengan segala kemarahannya bersiap menumpahkan apa yang mereka bisa keluarkan. Aku, kedua mataku yang memerah dengan titik-titik air mata juga akan menumpahkan hal serupa sesaat lagi.
8. Aku masih meyakini bahwa dunia akan bersikap seadil-adilnya terhadap siapa pun yang bernafas. Tapi tidak untukku beberapa saat lagi. Mungkin.
9. Seperti mereka-mereka di bawah langit abu-abu, aku belum menyelesaikan rasaku padamu. Aku bahkan tak pernah memiliki sepersekian detik pun rencana untuk berhenti melakukannya.
10. Bawalah saja aku seutuhnya. Habisi saja aku sepenuhnya.
11. Akan kuselesaikan perkara mencintaimu. Mungkin hingga dunia tak lagi bersikap adil padaku yang sudah berhenti bernafas karenamu.
12. Akan kutemui kau nanti.
/bellavir/
Comments
Post a Comment