Selalu Aku


Aku ingat dulu pernah merasa aman
dalam ruang yang tak besar namun membahagiakan
cinta mengalir dari ujung rambut hingga jejak langkah yang kutinggalkan
semua pinta sempat berbalas anggukan dan persetujuan
yang tak kusadari hanya satu
bahwa hidup telah memperkenalkanku pada siapa dirinya lebih cepat dari yang kubayangkan
melalui tubuhku yang pernah tersakiti oleh mereka yang membanjiriku cinta
yang kupikir adalah sebuah ketidakmungkinan
namun benar bagaimana dia menunjukannya padaku
bahwa hidup terlalu singkat untukku mengerti
mungkin itu mengapa waktu bergerak cepat bersamaan dengan gelap dan terang
karena waktu kita tak banyak
waktuku juga mungkin tak panjang
aku ingat bagaimana mereka menghajarku tepat di wajah
dan keegoisanku yang mungkin adalah alasannya
lalu aku yang ditinggalkan
mungkin penerimaan dan pemahaman adalah satu satunya hal yang bisa kulakukan
walau pada detik itu yang kulakukan hanya diam atas rasa penghianatan
serta ribuan tanya akan mengapa
mengapa ini
mengapa itu
mengapa aku
lalu aku terhempas ke ujung ruangan
ada hentakan kaki pada tubuhku yang meringkuk ketakutan
aku ingat bagaimana kupikir itu adalah akhir dari hidupku
bercak biru, air di wajah, dan permohonan ampun menyelimuti diri
berkata tolong jangan sakiti lagi aku akan berkata benar esok dan selamanya
belasan tahun setelahnya aku mulai mengerti dengan perlahan-lahan
walau jiwa masih tersesat tidak tahu bagaimana menjadi sebaik-baiknya manusia
bahwa seperti inilah perjalanan dunia
kejam dan kacau karena keputusan di hari lalu
bahagia dan luar biasa karena cinta dan syukur hari ini
tak ada yang kuminta lebih dari Tuhan tolong biarkan aku memahami
jika aku tumbuh dewasa dan tenggelam dalam ketakutan
tolong biarkan aku menguatkan diri dan berusaha mencari pintu untuk keluar
tolong jaga matamu padaku dan selamatkan aku dari celaka dan hati yang patah
jika masih banyak jalan tak halus yang harus kulewati
semoga kasih-Mu masih selalu bisa kulihat pada setiap ketidakberhasilan yang menjatuhkan
Dia menarik tubuhku secara paksa mengikuti pergerakan tahun
menahan kedipan mata agar kulihat bahwa rasa aman bukanlah lagi menjadi hal yang mudah kudapatkan dari orang lain
keterbatasanku dalam membaca senyum dan amarah akan begitu membingungkan
mengecilkan lingkaran rasa percaya pada tangan yang menggenggam hati yang terjaga
tak semuanya akan cinta
tak semuanya akan sayang
tapi tak pula semuanya akan menyakiti
dan atas segala ketidakpastian ini,


bukankah pada akhirnya aku hanya akan punya aku?





/bellavir/

Comments

Popular Posts