Dunia yang Menertawakan
Bulan miliknya,
yang Ia tunggu-tunggu,
menjadi sebuah penghianatan terbesar
atas dirinya sendiri
Sosoknya yang Ia pandangi dengan hati-hati,
berjaga-jaga
jangan sampai ada detail yang terlewatkan matanya
seakan mengetahui betul,
bahwa mungkin saat itu,
adalah waktu terakhir yang dimilikinya
Memandangnya dari belakang,
Berangan-angan melihat dirinya ada di sampingnya
mungkin saat itu,
kenyataan sedang tertawa terbahak-bahak,
mengejek,
mengumpat,
karena telah mengetahui
bahwa takkan ada hal seperti itu untuknya
Diperjalanan kembali,
Ia sungguh meyakini,
ini akan berakhir
dalam beberapa menit lagi,
ini akan berakhir
ironis memang,
mengetahui bahwa sesuatu akan berakhir,
namun tidak tahu bagaimana,
cara untuk menghadapinya.
/bellavir/
Comments
Post a Comment