Tinggal Kau yang Tersisa
Bagaimana bisa,
kau melihat
potongan-potongan gambar
mengenai hari esok
yang terbalut tawa,
kehangatan,
kasih sayang,
pada ceriminan mata seseorang
saat kita menatapnya,
sedangkan ia tak melihat hal yang sama,
saat ia menatap matamu?
Bagaimana bisa,
kau terus saja berusaha
memperbaiki keadaan
yang berantakan,
rusak,
yang hanya disebabkan
oleh perbincangan malam itu,
sedangkan dia kembali pada hidupnya,
melanjutkan waktu yang ia kira
terbuang percuma saat bersamamu?
/bellavir/
Comments
Post a Comment