Kupanggil Kau Biru
Ku panggil kau biru,
sebagai akhir penantian
dan awal pijakanku pergi ke atas langit
Ku panggil kau biru,
setelah senyum hangat
dan uluran tanganmu menggenggam milikku
Terbasuhlah,
hati yang berapi-api,
menunggu waktu hingga saatnya tiba
Ku panggil kau biru,
sebagai tanda kedamaian
yang terpancar jelas dari auramu
Ku genggam kedua tanganmu dalam angan,
berterima kasih
karena pernah sedikitnya mencoba
membangun apa yang selama ini
juga kubangun untukmu
walau kau berhenti,
walau kau tak lagi berusaha
Ku panggil kau biru,
atas apa yang kulihat sore itu
keluar dari sesuatu yang kau cintai,
menjemputku,
untuk turut serta menikmatinya
Ku panggil kau biru,
sebagai pengingat,
bahwa warna ini pernah begitu membahagiakan
bahwa aku pernah jatuh cinta begitu dalam
pada biru yang ku ibaratkan sebagai samudera,
yang terhampar,
yang tenang,
yang menenggelamkan
bahwa aku pernah begitu jatuh cinta
hingga belum bisa berhenti seutuhnya
akan kupanggil kau biru,
akan selalu biru,
biruku,
biruku,
dan akan selalu seperti itu.
/bellavir/
Comments
Post a Comment