Sepucuk Surat & Kata yang Terkuras

Ada hari dimana aku berani bertaruh nyawa
Atas kencangnya detak jantung 
yang tak mampu aku kendalikan


Ada hari dimana aku berani bertaruh harapan,
Atas segala doa yang kubisikan ke atas langit
Pada malam-malam dimana lelap tak berpihak padaku
Setengah mati,
Tak menginginkan keheningan yang pekat memilukan


Ada hari dimana kuberanikan diri untuk datang,
Mengantarkan sisa-sisa rasa sedih yang kupunya
Dengan rasa ikhlas yang membasuh
Serta kebanggaan atas pencapaianmu


Pada bunga biru,
Kertas hitam,
Dan sepucuk surat dengan kata yang terkuras


Aku berharap ada doa yang sampai padamu 
pada setiap goresan pena yang kuukir jauh-jauh hari


Ada hari dimana aku kembali pulang sore itu
Masih berusaha mengembalikan rasa yang kuambil tanpa sengaja
Agar bahagialah kau disana,
Berjuang lagi pada mimpimu,
Lalu aku pada jalanku


Dan pada bunga biru,
Kertas hitam,
Dan sepucuk surat dengan kata yang terkuras


Aku sungguh masih menyibukan diri
Merapikan segala sesuatu 
Yang aku hancur leburkan
Sebagai tanda kehilangan yang amat dalam
Memastikan segala sesuatunya 
masih pantas untuk disinggahi,


Barangkali nanti,
Entah berapa malam lagi,

kau ingin kembali




/bellavir/

Comments

Popular Posts