Pulang Kepada yang Rindu (Duduk berdua) (2)
Ku basuh permukaannya
ku bersihkan dari debu yang menodai
dan kemudian duduk di hadapannya
bersedia menemaninya menunggu
untuk kau duduki
Menoleh ke arah luar
dari langit hitam,
keunguan,
biru,
oranye
hingga kembali hitam
tak terasa tanda-tanda kembali
Kutuangkan teh hangat
pada dua cangir berbeda
satu kugenggam,
yang lainnya ku dorong ke seberang meja
menunggu untuk kau minum
Namun hingga ribuan detik setelahnya,
hingga tak ada lagi uap yang keluar,
hingga cangkirmu berubah dingin,
Kau juga belum kembali
Kau tidak pulang
Kau tak lagi mengetuk pintu,
untuk masuk dan duduk berhadapan
membicarakan hidup
dan menertawakannya bersama-sama
Kau tak mau lagi dirindukan,
Kau takkan lagi duduk bersamaku
/bellavir/
Comments
Post a Comment