Pulang Kepada yang Rindu (Duduk berdua) (1)

Berdebu sudah kursi yang termangu
diam tak bergerak
menunggu kedatanganmu pulang

pada jendela yang terbuka
di sanalah Ia menghadap
tertampar oleh angin
basah oleh hujan
hangat oleh mentari
namun tetap bertahan
tak mampu berpindah tempat
tak ingin bergerak sejengkal pun

Kau pergi tanpa pamit
yang ku kira hanyalah sementara
lalu kembali pulang
untuk menyeruput teh hangat
dan berbaring di pangkuan

tapi pintu tak terketuk
tidak ada yang berdiri di depan pintu
tidak terdengar langkah kaki
atas hantaman sepatu kepada bumi


tidak ada yang datang



tidak ada,



tidak ada yang kembali





/bellavir/

Comments

Popular Posts