Sepasang Manusia
Aku suka sekali menaruh perhatian
pada sepasang manusia yang jatuh cinta
Kekasih,
Suami dan istri,
Kakek dan Nenek,
Semuanya
Bagaimana tangan mereka saling bertautan,
Merangkul,
Membawakan barang,
Memakaikan jas hujan,
Membukakan pintu,
Mengusap air mata,
Membuatkan makanan,
Bertatap wajah,
Berbicara,
Bercanda,
Berbisik,
Berdebat,
Semuanya
Tanpa ada lagi rasa cinta yang dangkal
Yang menekan,
Yang diperlakukan sesukanya
Karena yang ada,
Hanya cinta yang tidak dipaksakan
Yang tidak perlu lagi bersusah payah mencari perhatian
Atau memohon mohon untuk disayangi
Hanya naluri kasih sayang yang menyelimuti keduanya
Bertanggung jawab menjaga satu sama lain,
Tanpa perlu bersusah payah lagi berusaha untuk itu
Gerakan gerakan lembut tak sadar
Bergerak seirama dengan keterikatan batin
Bahwa memang pada kenyataannya
Mereka telah menjadi satu kesatuan yang utuh
Saling melengkapi,
Saling mengisi
Cinta adalah energi yang sangat kuat
Yang kadang masih disepelekan,
Dipermainkan,
Dihancur leburkan oleh harapan yang kerap kali dimanipulasi sedemikian rupa
Oleh manusia-manusia dungu yang kehilangan arah
Dan ketika janji Tuhan turun padanya,
Dihadirkanlah Ia sosok pelengkap hidupnya,
Matilah Dia.
Luluhlah segala egonya
Lumpuhlah kemampuannya untuk merusak
Layaknya yang Ia lakukan pada hati-hati yang lalu
Kemudian lahirlah lagi sepasang manusia baru yang jatuh cinta
Yang tak ada lagi hasrat untuk mencari,
Melainkan untuk singgah dan berteduh di sampingnya
Mencintai, dengan amat sangat baik.
Dan,
Lihat,
Betapa indahnya semua itu?
/bellavir/
Comments
Post a Comment