Kau dan Puisi

Aku berhenti menulis puisi sejak sekian lama,
hanya karena aku bahagia

Aku berhenti,
karena melihat matamu,
yang rasanya seolah olah seperti membaca sebuah irama,
mengenai seperti apa langit malam terlihat di musim panas

dan,

senyummu seperti ritme yang tertulis padanya,
dan bagaimana semua itu terasa begitu nyaman

Aku sudah membaca dan menulis lembaran demi lembaran puisi
Aku mengira kata-kata yang ku ukir terasa indah

Sayang,

alasan sederhana di balik semua itu adalah,
Kau adalah puisi yang tak mampu ku jadikan gumpalan kata,
dan ku goreskan di atas lembaran-lembaran kertas




Kau adalah puisi yang mampu membahagiakan hanya dengan membacanya





/bellavir/

Comments

Popular Posts