#STORYTIME Dari Saya; Penulis.

Halo.

Salam kenal untuk siapapun yang pernah membaca blog ini entah secara tidak sengaja atau memang pernah beberapa kali membaca tulisan saya. Saya memutuskan untuk membuat statement terkait dengan blog ini.

Saya Virsanda Bella Safira. Lahir Jakarta, 6 maret 1998.

Saya suka menulis, tentu saja. Saya juga suka membaca, tapi rasaya, keinginan membaca saya sedang berkurang beberapa bulan terakhir ini karena mungkin, terlalu sibuk menghadapi kehidupan nyata sehingga tidak punya waktu dan kehilangan hasrat untuk kembali masuk ke kehidupan orang lain. (Re: buku)


Saya suka memerhatikan orang lain. Dan suka berpikir mengenai hal hal yang sedang menjadi sorotan atau bahkan sesuatu jauh diluar obrolan.
Untuk itulah saya menulis.
Menulis membantu saya menyalurkan perasaan yang sulit di utarakan.
Saya memilih mengutarakan hal hal undescribable tersebut melalui puisi.
Saya sendiri sebetulnya tidak tau apakah yang saya tulis sebelumnya adalah puisi atau bukan.
Saya menulisnya dengan hati, tentu saja, sesuai dengan apa yang saya alami saat itu.


Yang saya tau, puisi selalu ditulis dengan indah. Diksi atau pilihan kata yang tidak to the point membuat tulisan saya lebih rumit untuk diceritakan kembali, namun mudah dipahami dan dimengerti saat dibaca.

Itulah tujuannya, pembaca harus membaca. Bukan mendengarkan.

Karena saya ingin saya dan pembaca terhubung lewat hati. Dimana saya berharap mereka berkata "wah benar juga" atau "ini persis seperti apa yang saya alami" saat membaca tulisan saya tersebut.

Saya memang tidak menulis untuk orang lain. Namun tentu menyenangkan jika saya tau bahwa tulisan saya mampu mewakili perasaan orang lain yang tidak mampu mereka utarakan.


Sedari kecil, saya suka menulis.
Buku harian saya banyak sekali. Berganti-ganti. Dari yang biasa, sampai yang ada kunci dan gemboknya.

Lalu ketika remaja, saya menulis cerpen.
Saya sempat mencoba menulis novel remaja dan bertekad menjadi penulis buku.
Tulisan saya sudah banyak, jika dijadikan buku saat itu, sudah bisa jadi kurang lebih 100 halaman.
Tetapi,
Waktu itu laptop milik papi saya, yang didalamnya terdapat tulisan saya, rusak.
Alhasil tulisan saya lenyap.
Saat itu saya masih berusia 12 tahun. Mengetahui itu, saya marah, kesal, sedih dan hancur sekali.
Karena tulisan(cerita) yang saya buat dengan baik (menurut saya waktu itu) hilang. Setelah itu, saya menyerah dan tidak pernah menulis lagi.


Kemudian suatu hari, saat SMP, saya bertemu dengan seorang teman maniak Raditya Dika. Saya memanggilnya dengan sebutan "Abang". Dia perempuan, cantik namun tomboy.
Singkatnya, saya jadi terkena virus radit. Saya mulai meminjam dan membeli buku miliknya.
Tapi bukan itu yang penting.


Yang penting adalah: saya mulai membaca blognya.


Blog milik Raditnya Dika saat itu sedang menjadi trending topic. Blog milik radit saat itu berisi cacatan pengalaman radit yang dikemas begitu baik, lucu, dan fresh. Kalau tidak salah, namanya radityadika.com

Saya menyukai semuanya. Menyukai semua tulisannya.

Singkatnya, saya terinspirasi dan mulai menulis lagi.
Melalui blog.

Saya menulis cerita keseharian saya di blog itu. Namun seiring bertambah dewasa, saya mulai menyadari bahwa menceritakan kehidupan saya itu sedikit memalukan.

Saya akhirnya menghapus semua post di blog tersebut.


Ini bagian menariknya.
Di masa SMA, banyak hal yang terjadi.
Cinta, pertemanan, keluarga, dan semua hal hal kompleks yang umumnya dialami anak anak seusia SMA.
Dan hal-hal tersebut lah yang membuat saya menjadi pribadi yang mellow.

Saya mulai menyukai hal hal sedih.
Hal hal yang hanya mampu dimengerti oleh orang orang yang kehilangan, patah hati, dibenci, disudutkan, dan hal hal buruk lainnya.
Aneh, bukan?

Saya mulai mendengarkan dan lebih mencermati lirik lagu jauh lebih baik. Salah satunya lagu dari Marie Digby yang berjudul Miss Invisible.
Berikut adalah liriknya:

There's a girl
Who sits under the bleachers
Just another day eating alone
And though she smiles
There is something just hiding
And she can't find a way to relate
But she just goes unnoticed
As the crowd passes by
And she'll pretend to be busy
When inside she just wants to cry
And she'll say...

[Chorus]
Take a little look at the life of Miss Always Invisible
Look a little harder, I really really want you to put yourself in her shoes
Look a little closer and maybe then you will see why she waits for the day

In the beginning, in the first weeks of class
She did everything to try and fit in
But the others they couldn't seem to get past all the things that mismatched on the surface
And she would close her eyes when they laughed and she fell down the stairs
And the more that they joked
And the more that they screamed
She retreated to where she is now
And she'll sing...

[Chorus]
Take a little look at the life of Miss Always Invisible
Look a little closer I really really want you to put yourself in her shoes, shoes
Look a little harder and maybe then you will see why she waits for the day when you'll ask her her name

Then one day just the same as the last
Just the days spent in counting the time
Came a boy who sat under the bleachers
Just a little bit further behind

Begitulah.
Liriknya menceritakan tentang seorang anak perempuan yang tidak dianggap. Kesepian. Berpura pura dibalik senyumannya. Tidak dipedulikan. Diacuhkan orang sekitar. Dianggap tidak ada.

Kira kira hal hal sedih seperti itu yang menarik perhatian saya.

Saya juga mulai membaca puisi puisi sedih. Puisi puisi yang memiliki deep meaning tersendiri. Yang hanya mampu menyentuh hati hati yang hanya mengalaminya saja. Atau bahkan, beberapa puisi memiliki power yang kuat, yang mampu menyentuh hati pembaca yang bahkan tidak mengalami apa yang puisi tsb coba ceritakan.

Alhasil, jadilah blog ini.
Blog ini adalah destinasi saya yang saya ambil sejak saya sempat kebingungan mencari wadah untuk menulis.
Blog ini sengaja tidak saya publish secara terang terangan. Hanya beberapa orang yang tau. Saya berharap tulisan saya ini akan ditemukan oleh orang orang yang tepat. Yang membutuhkan.

Saya tidak mau menganggap ini semua adalah puisi. Entahlah, saya hanya ingin menulis apa yang ingin saya curahkan. Ketika sesuatu yang begitu hebat terjadi, saya akan menuliskannya. Tentunya dengan pilihan kata yang saya pilih agar tidak langsung tertuju pada beberapa pihak yang sebenarnya sedang saya ceritakan di dalam tulisan saya tersebut.

Saya berharap, mungkin suatu saat, ketika tulisan saya sudah banyak, semua ini bisa saya jadikan buku. Untuk kembali mewujudkan mimpi masa kecil saya dulu, mungkin?

Jadi,
Saya mengucapkan terimakasih untuk orang orang yang menjadi sumber inspirasi saya atas tulisan tulisan ini.
Dari blogger.
Dari penulis.
Dari yang datang, kemudian pergi.
Dari yang menghianati.
Dari penyesalan-penyesalan.
Dari yang sulit dilupakan.
Dari yang masih saya sayangi.
Terimakasih.


Terimakasih,
Dan selamat membaca.




/Bellavir/

Comments

Popular Posts