Detik-detik Sebelum Gelap

Semua pergerakan hari itu,
menjadi sebuah kilas balik
yang sengaja ku perlambat,
agar tak ada sedikitpun
kenyataan manis
yang terlewatkan begitu saja


Begitu sulitnya,
berusaha dengan serakah,
untuk memaksa diri ini mengingat
setiap titik kilasan,
gerak-gerik,
kata,
fakta,
suara,
yang keluar darinya


Perlahan-lahan,
berusaha untuk kembali kurasakan
permukaan tanganmu,
genggaman disertai senyum kesukaanku
 yang hangat,
untuk sepersekian detiknya


lalu telinga ini,
yang meyakinkan betul
bahwa akhirnya
telah ku dengar dengan baik
namaku, terucap tegas dari bibirmu


Tidak dapat dipercaya,
Kau,
yang pada hari di bulan-bulan lalu
 entah ada dimana,
melakukan apa,
bersama siapa,
yang kabar baikmu saja
sudah Aku syukuri
lalu kini,
duduk di sampingku,
berhadapan,
tertawa,
bercerita,
dan berbagi tentang cerita hidupmu
yang ku dengarkan dengan senyum
sambil bertopang dagu



Manis,



Kau manis sekali



dan pada sisa detik-detik petang itu,
begitu ku maknai
karena akhirnya
dapat kulewati dengan rasa yang ada




pada titik tertinggi bahagiaku





(20 Januari, 2017)
/bellavir/

Comments

Popular Posts