#STORYTIME - Masih Ada Pada Orang Lain

Yah.

Baru challenge pertama topiknya sudah tidak layak untuk dibicarakan.

sekarang pukul 17;27, sekitar 40 jam yang lalu saya duduk persis seperti sekarang, berusaha berpikir apa yang akan saya tulis dan saya bagikan dengan tema seperti ini.


Setelah apa yang telah saya ceritakan di sini: #STORYTIME Cerita Patah Hati Penulis di Akhir Masa SMA , saya tidak pernah lagi merasakan keinginan untuk berada pada posisi sebelum tulisan itu di buat.



ya, benar, pacaran.



Setelah disibukan dengan berbagai hal setelahnya, saya akhirnya lupa dengan hal-hal seperti itu. Tentunya sekali dua kali, yah, bertemu dengan teman-teman baru, di tempat baru, suasana baru, give me different kind of feels, like, you know, naksir temen kampus sana sini. I did, and I do have a crush now, tapi ya hanya sekedar itu.


tidak lebih.

tidak kurang.


kosong.


hampir seperti perasaan hampa yang saya sendiri tidak tahu apa keinginan saya dalam hal tersebut.



Which is good sebenarnya. I push people away for my peace. Karena saya yakin, dan memang pada kenyataannya, tidak satupun dari mereka mampu memberikan pengaruh yang baik untuk saya, mau mengerti, mau mendukung, mau serta mampu menunggu.


masalah terbesar mereka setiap kali berhubungan dengan saya adalah, menunggu.


tidak ada satupun dari mereka yang mau dan mampu menunggu.


Saya adalah pengambil kesempatan yang serakah. Saya adalah orang yang tidak mudah peduli pada hal lain ketika saya menaruh fokus pada hal yang saya impikan. Dan ketika saya berada pada proses tersebut, saya cenderung mengabaikan mereka karena saya sedang 'mengejar' sesuatu yang saya inginkan.


Dan mereka tidak bisa menerima. Tidak ingin menunggu. Sudah lelah mengerti dengan kesibukan saya. Dengan semua yang saya kerjakan. Dengan semua alasan pengabaian saya terhadap mereka. Saya berkali kali mencoba bertahan dan mempertahankan. Saya kerap kali mencoba menjelaskan, menceritakan semua mimpi dan proses saya menuju kesana. And I stopped explaining, when I realized they only understand from their level of perception. Mereka menilai semua itu bukan hal yang perlu diperjuangkan. Mereka tidak mampu menghargai apa yang menurut saya penting. Tidak satupun dari mereka memahami itu.



Untuk bersama saya, They're just not ready yet.



and this is not the right time for me thinking about those shits.


Saya memang sering kali penasaran, how does it feels when love hits you and lifts you up? Saya penasaran sekali bagaimana rasanya menjadi seorang nenek yang telah hidup bersama suaminya selama puluhan tahun? what did they do sampai mereka bisa bertahan selama itu? just, how?


Jadi, di usia saya sekarang, saya merasa masih banyak hal yang bisa saya lakukan tanpa 'mereka'. Segalanya terasa jauh lebih mudah. Lebih ringan. Lebih menyediakan banyak ruang yang luas untuk saya bergerak mengejar mimpi-mimpi saya.




And I've been spending a lot of  my times thinking all love does is break someone's heart into pieces and burn them into ashes.


I've never truly been in 'love', like seriously.




Mungkin belum saatnya. Mungkin milik saya masih ada pada orang lain.






/bellavir/

Comments

  1. Gue selalu nunggu lo kok,



    bales chat wkwk.
    Btw semangat challengenya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts