Malam Gerimis
Ada satu hal yang tidak kusukai
dari sebuah kebersamaan
yang kita tahu bahwa,
Ia pasti berakhir
Sebuah keadaan yang membuatku takut
bahwa rasa bahagia ini
suatu saat,
pasti akan tertinggal jauh di belakang
Aku tidak tahu lagi harus bertingkah bagaimana di hadapanmu
satu satunya yang aku sadari adalah,
Aku tidak perlu bersusah payah menjadi orang lain,
hanya untuk menghabiskan waktu berharga yang kupunya
yang sengaja ku simpan,
ku persiapkan,
hanya untuk ku buang menjadi kenangan yang pantas ku bawa pulang
nyata atau tidak,
kau persis seperti mesin pembuat senyum di wajahku
Aku akan senantiasa menarik ujung bibirku
dan senantiasa mempertahankannnya
di setiap kali ada sesuatu yang berhubungan denganmu
Kau mengerti,
tanpa bersusah payah berusaha memahami
dan aku bahagia,
tanpa bersusah payah untuk merasakannya
Karena Kau adalah kesederhanaan yang aku cari
Banyak dari mereka
berusaha memberikanku segunung mutiara berkilau
agar aku bahagia,
agar aku hatiku dapat mereka simpan
tapi sayangnya tidak,
karena mereka tak mampu memahami
apa yang sesungguhnya aku butuhkan
namun kau disini,
mempersiapkan kehadiranku sembari menunggu
hingga akhirnya aku datang,
dan segala yang kubutuhkan telah kau persiapkan
bahkan aku tidak perlu merasa khawatir sedikitpun
karena kini aku tahu,
kau pun takkan membiarkan hujan menyentuh kulitku
atau asap jalanan merambat kedalam paru-paruku
karena kini aku tahu,
Kau yang akan memastikan bahwa aku akan selalu baik-baik saja
Jadi,
setelah malam yang gerimis itu,
rasa takut kehilangan,
dan bahagia yang tak bisa dijelaskan,
bertengkar dalam pikiranku
yang kemudian menjadi satu kesatuan yang utuh
lalu aku membiarkan diri ini merasakan apa yang Ia ingin rasakan
jika kebersamaan ini akan berakhir juga pada akhirnya
tidak apa,
sungguh tidak apa,
yang aku tahu,
aku akan mampu membawa pulang semua hal ini
dan menjadikanya tetap baik dan terjaga pada tempatnya
Terimakasih,
karena setelah sekian lama,
aku kembali ingin menulis mengenai hal baik dan tulus seperti ini
Tepat setelah kau mengantarku kembali pulang,
di malam yang gerimis itu
/bellavir/
dari sebuah kebersamaan
yang kita tahu bahwa,
Ia pasti berakhir
Sebuah keadaan yang membuatku takut
bahwa rasa bahagia ini
suatu saat,
pasti akan tertinggal jauh di belakang
Aku tidak tahu lagi harus bertingkah bagaimana di hadapanmu
satu satunya yang aku sadari adalah,
Aku tidak perlu bersusah payah menjadi orang lain,
hanya untuk menghabiskan waktu berharga yang kupunya
yang sengaja ku simpan,
ku persiapkan,
hanya untuk ku buang menjadi kenangan yang pantas ku bawa pulang
nyata atau tidak,
kau persis seperti mesin pembuat senyum di wajahku
Aku akan senantiasa menarik ujung bibirku
dan senantiasa mempertahankannnya
di setiap kali ada sesuatu yang berhubungan denganmu
Kau mengerti,
tanpa bersusah payah berusaha memahami
dan aku bahagia,
tanpa bersusah payah untuk merasakannya
Karena Kau adalah kesederhanaan yang aku cari
Banyak dari mereka
berusaha memberikanku segunung mutiara berkilau
agar aku bahagia,
agar aku hatiku dapat mereka simpan
tapi sayangnya tidak,
karena mereka tak mampu memahami
apa yang sesungguhnya aku butuhkan
namun kau disini,
mempersiapkan kehadiranku sembari menunggu
hingga akhirnya aku datang,
dan segala yang kubutuhkan telah kau persiapkan
bahkan aku tidak perlu merasa khawatir sedikitpun
karena kini aku tahu,
kau pun takkan membiarkan hujan menyentuh kulitku
atau asap jalanan merambat kedalam paru-paruku
karena kini aku tahu,
Kau yang akan memastikan bahwa aku akan selalu baik-baik saja
Jadi,
setelah malam yang gerimis itu,
rasa takut kehilangan,
dan bahagia yang tak bisa dijelaskan,
bertengkar dalam pikiranku
yang kemudian menjadi satu kesatuan yang utuh
lalu aku membiarkan diri ini merasakan apa yang Ia ingin rasakan
jika kebersamaan ini akan berakhir juga pada akhirnya
tidak apa,
sungguh tidak apa,
yang aku tahu,
aku akan mampu membawa pulang semua hal ini
dan menjadikanya tetap baik dan terjaga pada tempatnya
Terimakasih,
karena setelah sekian lama,
aku kembali ingin menulis mengenai hal baik dan tulus seperti ini
Tepat setelah kau mengantarku kembali pulang,
di malam yang gerimis itu
/bellavir/
Comments
Post a Comment