Sederhana
Aku pernah setengah mati
menginginkan kesederhanaan
Tidak ingin lebih,
Tidak ingin kurang,
Aku hanya ingin cukup
Aku pernah melewati masa
dengan ritme yang menjulang tinggi
Menurun drastis,
Bahkan lurus mendatar atau melingkar-lingkar tak beraturan
Aku hanya ingin garis melekuk lekuk yang seimbang sampai akhir
Aku pernah mengalami kepura-puraan
Aku bilang begini,
Namun sebenarnya tidak
Aku bilang begitu,
Namun sebenarnya iya
Aku tak punya tenaga lagi untuk
beradu peran dalam drama ini
Aku hanya ingin "sayang", selalu berarti "sayang"
Ketika dunia ini berputar perlahan tanpa kita sadari,
Sesungguhnya kita juga telah terombang-ambing
Kau tak tahu aku,
Aku bahkan tak berpikir sedikit pun siapa kau
Namun ketika hidup menggariskan
jalan kita yang berpapasan,
Kita bisa apa?
Menghapusnya?
Jangan bodoh!
Sudahlah, nikmati saja
Nanti pemilik semesta yang akan mengurusnya
Tak usah khawatir, ya?
Aku tak tahu berapa lama kau akan tinggal,
Atau,
Berapa lama aku mampu menyimpan rasa
Aku punya banyak rasa untukmu,
Kau mau?
Aku bisa berbagi, aku sungguh-sungguh senang berbagi
Aku sudah tidak tertawa sekian lama
Namun kita terlintas di jalan yang sama
Aku tak tahu apa aku semenarik permen
warna-warni di etalase toko?
Atau aku hanya terlihat seperti
kantung sampah di pinggir jalan?
Yang jelas aku tertawa sekarang
Aku senang,
Aku bernafas lebih baik
Berpapasan dengan seseorang di persimpangan jalan hidupmu,
tidak pernah terasa semenyenangkan ini
Aku mau lakukan apa saja,
Menemanimu membuat seni hingga jari-jarimu pegal,
Atau sampai matamu merah karena menahan kantuk,
Membuatkanmu teh hangat seperti yang ku lakukan untuk ayah...
....Apa saja
Benar-benar apa saja.
Aku pernah setengah mati menginginkan kesederhanaan
Tidak ingin lebih,
Tidak ingin kurang,
Aku hanya ingin cukup,
Aku hanya ingin kesederhanaan itu....
....berbentuk kamu.
/bellavir/
menginginkan kesederhanaan
Tidak ingin lebih,
Tidak ingin kurang,
Aku hanya ingin cukup
Aku pernah melewati masa
dengan ritme yang menjulang tinggi
Menurun drastis,
Bahkan lurus mendatar atau melingkar-lingkar tak beraturan
Aku hanya ingin garis melekuk lekuk yang seimbang sampai akhir
Aku pernah mengalami kepura-puraan
Aku bilang begini,
Namun sebenarnya tidak
Aku bilang begitu,
Namun sebenarnya iya
Aku tak punya tenaga lagi untuk
beradu peran dalam drama ini
Aku hanya ingin "sayang", selalu berarti "sayang"
Ketika dunia ini berputar perlahan tanpa kita sadari,
Sesungguhnya kita juga telah terombang-ambing
Kau tak tahu aku,
Aku bahkan tak berpikir sedikit pun siapa kau
Namun ketika hidup menggariskan
jalan kita yang berpapasan,
Kita bisa apa?
Menghapusnya?
Jangan bodoh!
Sudahlah, nikmati saja
Nanti pemilik semesta yang akan mengurusnya
Tak usah khawatir, ya?
Aku tak tahu berapa lama kau akan tinggal,
Atau,
Berapa lama aku mampu menyimpan rasa
Aku punya banyak rasa untukmu,
Kau mau?
Aku bisa berbagi, aku sungguh-sungguh senang berbagi
Aku sudah tidak tertawa sekian lama
Namun kita terlintas di jalan yang sama
Aku tak tahu apa aku semenarik permen
warna-warni di etalase toko?
Atau aku hanya terlihat seperti
kantung sampah di pinggir jalan?
Yang jelas aku tertawa sekarang
Aku senang,
Aku bernafas lebih baik
Berpapasan dengan seseorang di persimpangan jalan hidupmu,
tidak pernah terasa semenyenangkan ini
Aku mau lakukan apa saja,
Menemanimu membuat seni hingga jari-jarimu pegal,
Atau sampai matamu merah karena menahan kantuk,
Membuatkanmu teh hangat seperti yang ku lakukan untuk ayah...
....Apa saja
Benar-benar apa saja.
Aku pernah setengah mati menginginkan kesederhanaan
Tidak ingin lebih,
Tidak ingin kurang,
Aku hanya ingin cukup,
Aku hanya ingin kesederhanaan itu....
....berbentuk kamu.
/bellavir/
Comments
Post a Comment