Berhenti Padamu

Ada malam-malam yang hadir tanpa bintang
Tak satupun titik cahaya yang terlihat
Dari dasar bumi
Langit begitu hitam
Gelap,
Kelam,
Sendu,
Seolah olah memahami keputusasaan
yang mengikat setelah sekian lama

Aku hampir tidak percaya pada hal-hal
yang bersifat abadi
kecuali yang Maha besar,
yang Maha tinggi
Tak ada satupun yang mampu bertahan
dalam jangka waktu yang lama
Datang,
lalu pergi
Menyenangkan,
lalu menjatuhkan
Memeluk,
lalu menusuk




Aku hampir tidak percaya sampai akhirnya kau datang




Lalu, semua keyakinan tak baik itu runtuh
Terbesit rasa yakin bahwa kali ini akan berakhir berbeda
Datang,
Lalu tetap tinggal
Menyenangkan,
Lalu membahagiakan
Memeluk,
Lalu semakin erat

Kemudian langit tak lagi seperti keputusasaanku
yang menggantung dan hampir membunuh
Ia akan berubah cerah,
Berbintang,
Penuh titik cahaya tak beraturan,
Manis,
Tenang

Kau, mirip seperti itu
Seperti debu bintang yang bertebaran dilangit
Tak beraturan,
Tapi indah

Meskipun aku di dasar bumi
Dan kau diatas langit,
Tidak mengapa,
Kita tahu bahwa kau menaungiku terus
Selama perjalanan panjangku,
Dan aku selalu bisa bicara padamu,
Memandang keindahanmu,
Merasakan hadirmu,
Kapanpun dan dimanapun

Namun jika kali ini keyakinan baik miliku salah,
Aku tidak tahu lagi harus merebahkan hati ini pada siapa
Padamu, yang tingkat kasihnya
melebihi tujuh lapis langit saja ternyata salah,
Apalagi dengan yang lain?


Semoga kau benar,
Semoga aku berhenti padamu




Baiklah, sampai bertemu nanti?





/bellavir/

Comments

Popular Posts