Aku, Selamanya Musim Gugur
Angin berhembus hangat menyelimuti jalan setapak yang terlewati
Tertabrak oleh tangan berayun yang tak lagi saling menggenggam
Aku disisi kiri,
Dan kau disisi kanan
Tidak ada yang sanggup memulai memecah keheningan
Kau terlalu dingin,
Dan aku terlalu rapuh
Musim gugur, selalu indah di setiap gugurannya
Daun kering berwarna oranye,
Yang manis,
Yang hangat,
Beberapa berpegangan pada ranting-ranting cokelat tua yang kering,
Dan yang lainnya menyerah jatuh ke tanah,
Membuat lautan warna oranye terinjak injak oleh langkah berat hati yang telah patah
Kita tahu bahwa sampai sudah kita pada akhir perjalanan
Bahkan hampir tidak ada lagi yang tersisa
Berusaha menapaki lagi jalan yang pernah kita lalui,
Untuk apa? Tanyamu.
Untuk memastikan sekali lagi bahwa kau masih menyukai bagaimana daun-daun oranye itu berguguran,
Berjatuhan,
Tertiup angin
Seperti kau menyukai bagaimana aku terjatuh pada pesonamu yang hangat
Tapi,
Ternyata,
Sekarang pun,
Kau tak lagi menyukai musim gugur
Tidak lagi hangat,
Tidak lagi indah,
Tidak lagi memiliki makna berarti padamu
Musim gugur, kini, akan selalu jadi musim gugur.
Lalu apa bedanya aku dengan daun kering berwarna oranye yang berjatuhan dan terinjak?
/bellavir/
Tertabrak oleh tangan berayun yang tak lagi saling menggenggam
Aku disisi kiri,
Dan kau disisi kanan
Tidak ada yang sanggup memulai memecah keheningan
Kau terlalu dingin,
Dan aku terlalu rapuh
Musim gugur, selalu indah di setiap gugurannya
Daun kering berwarna oranye,
Yang manis,
Yang hangat,
Beberapa berpegangan pada ranting-ranting cokelat tua yang kering,
Dan yang lainnya menyerah jatuh ke tanah,
Membuat lautan warna oranye terinjak injak oleh langkah berat hati yang telah patah
Kita tahu bahwa sampai sudah kita pada akhir perjalanan
Bahkan hampir tidak ada lagi yang tersisa
Berusaha menapaki lagi jalan yang pernah kita lalui,
Untuk apa? Tanyamu.
Untuk memastikan sekali lagi bahwa kau masih menyukai bagaimana daun-daun oranye itu berguguran,
Berjatuhan,
Tertiup angin
Seperti kau menyukai bagaimana aku terjatuh pada pesonamu yang hangat
Tapi,
Ternyata,
Sekarang pun,
Kau tak lagi menyukai musim gugur
Tidak lagi hangat,
Tidak lagi indah,
Tidak lagi memiliki makna berarti padamu
Musim gugur, kini, akan selalu jadi musim gugur.
Lalu apa bedanya aku dengan daun kering berwarna oranye yang berjatuhan dan terinjak?
/bellavir/
Comments
Post a Comment