Tersingkir

Hari-1
kau rebut apa yang selama ini paling ku jaga
Yang selama ini ku sembunyi kan,
Tak tersentuh,
Tak kubiarkan tersentuh oleh apapun, oleh siapapun
Lalu kau ambil, dan kubiarkan kau memilikinya
Aku hanya punya satu, untuk seumur hidup,
Namun kupercayakan hati itu padamu,


Ku tak pernah sepercaya ini pada seseorang.



Hari-10
"Hey, bangun", katamu.
Begitu setiap hari,
Ingat kah kau,
Di bulan suci yang agung itu?



Hari-24
"Mari bertahan" katamu lagi.
Aku membosankan, kau tahu?
Namun kau hiraukan,
Terus menerus,


Sampai aku lupa sudah terbang seberapa tinggi



Hari-36
Katamu jenuh itu tidak ada,
Apa yang selama ini kutakutkan itu hanya kekhawatiranku yang tidak ada artinya
Kau bilang rasa jenuh itu nihil


Astaga, kemana kau sekarang?



Hari-42
"Ada apa dengan ini?" Tanyaku
"Apa yang salah?" Tanyaku lagi, gusar, memaksa.
Tidak ada, jawabmu.


Lalu kau hilang bahkan sebelum aku mencoba menahanmu.



Hari-48
Aku tidak mengerti mengapa kekuatanku bahkan tidak sampai satu minggu,
Ku kuatkan lagi untuk mencari,
Tapi sekali lagi,
Nihil,
Menyesakan,
Lalu apa yang salah?


Begitu mudahkah aku tersingkirkan?



/bellavir/

Comments

Popular Posts