Kertas Hati di Hari Rabu

"Aku ingin dengar alunan lagu yang menyenangkan untuk kau dengar, sampai aku memahaminya dengan hati, lalu bernyanyi bersamamu.
Aku ingin berdiam diri di musim hujan dan menonton sesuatu yang kau suka.
Aku ingin terjaga sepanjang malam, bicara tentang masa kecil, mimpi-mimpi-mu, teman-teman kita, apa saja.
Aku ingin naik pesawat terbang, terbang ke UK, dimana kau dan aku ketahui selama ini, kesanalah kita seharusnya pergi.
Aku ingin tahu apa yang kurang darimu, apa yang kau takutkan. Tapi tentu juga apa apa saja yang menguatkanmu.
Aku juga ingin tahu apakah kau mudah untuk merasa geli.
Aku ingin tahu tentang keluargamu, sampai aku memahami mereka sebaik aku memahami diri sendiri.
Aku ingin tahu siapa yang kau pilih untuk pergi berpergian.
Aku ingin tahu siapa yang membuatmu marah.
Aku ingin tahu cerita kakek-nenek mu tentang kau.
Atau parfum apa yang dipakai oleh ibumu, apa yang dia sukai.
Tradisi keluargamu.
Aku ingin tahu apa ambisimu, dan dimana kau lihat dirimu dalam 10 tahun.
Aku ingin dengar kau bicara dengan bahasa lain.
Aku ingin tahu siapa yang memberikan inspirasi dan semangat terbesar untukmu.
Aku ingin tahu makanan kecil apa yang paling kau suka, dan makanan apa yang tidak akan pernah kau makan.
Aku ingin melihatmu bahagia luar dalam di depan publik.
Tapi aku juga ingin melihat seperti apa kau saat berada di rumah, atau saat kau merasa sedih.
Aku ingin tahu bagaimana caramu mempertahankan sesuatu yang kau percayai.
Aku ingin mencari tahu apa yang dulu kau cita-citakan saat masih kecil.
Apa kau lebih memilih gunung daripada lautan?
Bisa kah kau bisa menyelesaikan permainan rubik?
Aku ingin bisa meracik teh dan kopi yang pas untukmu.
Aku ingin dengar lagu apa yang kau pilih ketika kau sedang kacau.
Mana yang lebih kau pilih, gitar? Keyboard? Atau biola?
Dari alat-alat itu, mana yang alunannya paling indah untuk kau mainkan?
Aku ingin tahu bagaimana suaramu terdengar ketika kau tertawa.
Aku ingin tahu kau, dan bagaimana cara pandangmu berpikir tentang segala sesuatu.
Aku ingin tahu dan menyukai kau yang sebenarnya, lebih baik daripada orang lain yang pernah melakukannya untukmu.
Ini sudah bertahun tahun sejak aku memberikan kertas hati padamu di hari rabu.
Mungkin kau tak ingat.
Mungkin sudah hilang entah kemana.
Mungkin sudah tidak punya pengaruh apa apa untukmu.
Atau mungkin aku sudah gila.
Tapi,
Apa kabar, AdamG?"




/bellavir/

Comments

Popular Posts