Mantel Merah

Untukmu, si Mantel merah,

Aku menyimpan segumpal rasa rindu yang meluap,
Sangat banyak hingga hampir meledak-ledak,
Bahkan ku kira, bisa menyakitiku ketika ia membuncah,

Percayakah kau?


Tapi, tidak,

Tidak akan ku perlihatkan rasa itu,
Kepadamu, atau siapapun,
Akan kubiarkan ia menguap diserap detik detik yang berdenting,

Biarlah,

Kau pun, pasti, tak akan sudi menoleh lagi,
Tak akan lagi bertanya kabar,
Tak akan lagi menjagaku,


Karna Aku, Kau, hati kita, sudah terpisah dengan dinding baja tak kasat mata..


Dan untuk dia dengan warna sepadan,

Sesuatu dalam diri ini, entah mengapa, begitu paham dengan rasa bahagiamu,
Tidak asing dengan rasa berbunga bunga itu,
Percayalah, cantik,
Kau akan sebahagia-ku dulu,
Rasakan apa yang seharusnya kurasakan,
Cukupkan kebutuhannya,
Hadirkan sosokmu,
Kapan pun,
Ya, kapan pun,
Karena hanya itu yang ia inginkan,
Berikan apa yang tak sempat kuberikan,
Kuburlah harinya yang sia-sia dulu,
Indahkan lah lagi,
Taukah kau, Ia memilih karena iya percaya padamu,
Percaya untuk menyimpan hatinya baik-baik,


Sadarkah kau?


/bellavir/

Comments

Popular Posts