#STORYTIME Bahagia Mereka, Bahagia Saya

Untuk orang-orang yang pernah merasa tidak berguna,

Hai,
     Saya tahu persis apa yang kalian rasakan. Saya begitu paham dengan rasa hampa yang menggerogoti bagian terdalam dari diri kalian, bagian yang kalian simpan, bagian yang tidak ingin diketahui orang lain, bagian yang kalian biarkan tersakiti.

     Saya diciptakan dengan baik, dihadirkan dengan sungguh-sungguh luar biasa. Tuhan menciptakan Saya dengan sepenuh hatinya, Saya tahu itu. Tapi Saya bukanlah contoh baik dalam berkehidupan. Saya terlalu lemah untuk dibanggakan. Saya terlalu kecil untuk di lirik, dan Saya begitu tembus pandang untuk di sadari keberadaannya.

     Pertama, Saya benar benar memohon maaf kepada semua orang yang pernah merasa begitu kecewa. Saya mohon maaf karena tidak cukup baik untuk orang lain. Ada yang mengatakan bahwa, "seseorang yang pernah hadir dihidupmu, datang dan membawa alasan mengapa kalian dipertemukan." Tapi, maaf, karena saya tidak pernah cukup baik ketika hadir di kehidupan orang lain.


Saya bukan orang baik, tapi percayalah, Saya selalu mencoba


     Jadi, mana yang lebih penting? Disukai banyak orang kah? Atau mementingkan kebahagiaan diri sendiri?

     Saya terlalu bodoh untuk mengerti mana yang lebih penting. Saya begitu ingin membahagiakan, juga kadang ingin merasa senang sesekali.

     Tapi sadarkah kalian bagaimana kehidupan ini begitu egois? Hingga semua orang berlomba menjadi bahagia sampai lupa bernafas lalu mati?

     Saya adalah orang yang bahagia ketika membahagiakan. Rasanya menyenangkan, ya? Saya adalah pemberi kebahagiaan secara tulus,

Tapi, semuanya terasa tidak pernah sampai pada orang lain

     Perasaan tidak beguna seperti itukah yang kalian rasakan? Kalau saya, ya, benar seperti itu.

     Saya merupakan sesuatu yang ada atau tidaknya kehadiran Saya tidaklah memiliki pengaruh. Saya pernah begitu sedih, sangat sedih sampai tidak menangis sama sekali. Tapi Saya begitu kuat untuk tetap merasa seolah olah dunia ini berputar seperti biasa, padahal, rasanya begitu diguncangkan keras keras.

     Saya berusia 17 tahun saat menulis ini. Saya berharap, lain hari, saat Saya berusia 20 tahun, Saya sudah menulis cerita atau puisi puisi bahagia yang pesan indahnya begitu dapat tersampaikan bagi siapapun yang membacanya.

     Untuk siapapun yang pernah begitu merasa tidak berguna, bersabarlah dan lakukan sesuatu yang baik. Apa saja, sungguh, sekecil apapun itu.


What goes around, comes around.


     Percayalah bahwa kau belum sampai pada sisi terbaikmu. Saat kau sampai, lihatlah, kau sudah berhasil melewati begitu banyak hal. Begitu banyak sakit hati yang rasanya sudah tidak penting lagi.

     Saat itu rasanya akan terasa lain. Nyatanya, kita ada untuk berguna bagi diri sendiri. Tolong pahami ini, Dirimu butuh dirimu. Karena percayalah, apapun yang terjadi, hanya kita sendirilah yang hadir untuk kita.

     Setelahnya, mari berbaik hati. Pada siapapun, jangan sampai ada pengecualian. Saya sering merasakan ini. Menjadi baik tidak buruk, kok. Tidak perlu berlebihan. Berbaik hati setulus tulusnya. Biarkan kebaikanmu mengalir dalam darah dan membawakanmu bahagia yang sepenuhnya.

     Terakhir, terimakasih untuk semua orang yang pernah memberi Saya rasa yang begitu buruk hingga Saya bisa mendapatkan rasa syukur dan bahagia, lalu membagi ini untuk orang lain yang pernah merasakan hal serupa.

     Tolong jangan takut dengan apapun yang akan kita hadapi. Tidak apa-apa. Karena pada akhirnya semuanya akan baik. Jika belum baik, itu bukan lah akhir.


Terimakasih sudah membaca,
Semoga kebaikan selalu berpihak pada kalian!♥
   

/bellavir/

Comments

Popular Posts