Untuk yang Takkan Membaca
Yang ada di matanya hanyalah kekhawatiran,
Rasa takut yang tak mampu Ia hentikan
Rasa-rasa menyedihkan yang sangat Ia pahami mengapa
Yang bisa Ia berikan adalah kepeduliannya
Mengelus-elus lembut punggung yang penuh amarah
Berharap Ia mampu membahagiakan
Berharap rasanya sanggup tersampaikan
Ketika suatu rasa begitu menyelimutinya,
Yang Ia inginkan hanyalah kau untuk memahami
Ia sungguh tak mampu menjadi apa yang kau pikir seharusnya kau dapatkan darinya
Namun Ia, begitu berusaha sekuat hidupnya hanya untuk memberitahumu bahwa setidaknya, Ia mencoba
Suatu hari ketika Ia ingin duduk untuk beristirahat,
Atau bahkan berniat untuk berhenti, Ia mengingat wajahmu
Bagamaina rasanya ketika jemarimu dan jemarinya bertautan
Bagaimana rasanya ketika semuanya terasa akan baik-baik saja
Ia kembali berdiri dan berjalan, terserok-serok tanpa arah tujuan
Berharap apapun yang Ia lakukan akan menceriakanmu
Sungguh-sungguh Ia ingin seperti itu..
Dan suatu hari ketika kau menghilang,
Tak berkabar,
Tak peduli,
Kau harus tahu saat itulah rasa miliknya diuji
Kau harus tahu bahwa Ia benar-benar menunggumu
Ia meminta maaf atas kelembutan hatinya,
Maaf, karena Ia terlalu mudah menangis,
Pantaskah?
Bodoh,
Ia bertahan padamu saat Ia tak memiliki apapun untuk diberikan
Ia menerimamu dengan hati terbuka,
karena Ia menyadari,
Bahwa Ia juga tak punya apa-apa untuk dibagi
Ia menulis untukmu karna Ia tahu kau takkan membacanya
Kau takkan pernah tau Ia telah mencoba menulis untukmu
Tapi semua terhenti di tengah jalan
Ini adalah kali pertamanya,
Akhirnya, kau mampu Ia utarakan
Rasa takut yang tak mampu Ia hentikan
Rasa-rasa menyedihkan yang sangat Ia pahami mengapa
Yang bisa Ia berikan adalah kepeduliannya
Mengelus-elus lembut punggung yang penuh amarah
Berharap Ia mampu membahagiakan
Berharap rasanya sanggup tersampaikan
Ketika suatu rasa begitu menyelimutinya,
Yang Ia inginkan hanyalah kau untuk memahami
Ia sungguh tak mampu menjadi apa yang kau pikir seharusnya kau dapatkan darinya
Namun Ia, begitu berusaha sekuat hidupnya hanya untuk memberitahumu bahwa setidaknya, Ia mencoba
Suatu hari ketika Ia ingin duduk untuk beristirahat,
Atau bahkan berniat untuk berhenti, Ia mengingat wajahmu
Bagamaina rasanya ketika jemarimu dan jemarinya bertautan
Bagaimana rasanya ketika semuanya terasa akan baik-baik saja
Ia kembali berdiri dan berjalan, terserok-serok tanpa arah tujuan
Berharap apapun yang Ia lakukan akan menceriakanmu
Sungguh-sungguh Ia ingin seperti itu..
Dan suatu hari ketika kau menghilang,
Tak berkabar,
Tak peduli,
Kau harus tahu saat itulah rasa miliknya diuji
Kau harus tahu bahwa Ia benar-benar menunggumu
Ia meminta maaf atas kelembutan hatinya,
Maaf, karena Ia terlalu mudah menangis,
Pantaskah?
Bodoh,
Ia bertahan padamu saat Ia tak memiliki apapun untuk diberikan
Ia menerimamu dengan hati terbuka,
karena Ia menyadari,
Bahwa Ia juga tak punya apa-apa untuk dibagi
Ia menulis untukmu karna Ia tahu kau takkan membacanya
Kau takkan pernah tau Ia telah mencoba menulis untukmu
Tapi semua terhenti di tengah jalan
Ini adalah kali pertamanya,
Akhirnya, kau mampu Ia utarakan
/bellavir/
Comments
Post a Comment