Ia disana, bertahan.

Untuk segala sesuatu yang sifatnya menyakiti,
Yang mengecewakan,
Yang menjatuhkan harapan,
Yang tidak mampu menghargai waktu di setiap detiknya,

Berhentilah..

Karena sesungguhnya semua itu tak ada artinya
Kau membunuh hati hati yang tulus
Hati yang putih,
Yang apa adanya
Yang bahkan tak mampu kau temukan sejauh mata memandang
Ya, kau memang tak mampu
Kau takkan pernah mampu menggenggamnya di tangan kotormu

Namun sadarkah kau?

Dia tak peduli,
Dia bahkan tetap menyelimutimu dengan selimut tebal agar rasa dingin itu tak menyentuhmu,
Dia bahkan tetap menerimamu, seutuh utuhnya kau
Dia bahkan masih memandangimu dan berkata dalam hati,
"Lihat aku, lihat aku"


Tapi kau tak lihat,


Tapi kau tidak menyadarinya.


Tawamu, adalah rahasianya untuk menjaga rasa
Kata katamu, adalah alasannya tetap bertahan
Tak peduli seberapa sulitnya kau
Tak peduli seberapa sukarnya kau untuk dipahami
Ia, mempelajarimu dengan sabar
Namun kau tak pernah merasa cukup
Kau selalu ingin ini dan itu
Kau menginginkan hal yang tak mungkin ada padanya
Kau memaksakan hati yang sederhana
Kau rusak,
Kau injak,
Tapi bahkan Ia masih disana,
Di tempatnya, bertahan sekuat yang Ia mampu
Ia ingin kau,
Kau,


Kau,


Tak bisa kah kau pahami apa artinya?



 /bellavir/

Comments

Popular Posts