Kata itu, Kau.
Lahir dari huruf yang teracak acak,
berantakan,
tidak punya arti apa apa,
tidak berarti
Kemudian tersusun begitu rapinya,
Telah terpikirkan sedemikian rupa agar Ia memiliki arti,
Untuk lebih mudah dipahami,
Untuk lebih mudah sampai ke hati
Aku, jatuh cinta padanya.
Maksudku, pada kata.
Ia hadir untuk untuk membantu tiap tiap hati yang tak mampu memahami rasa,
Ia hadir untuk membantu bibir dan lidah kelu yang tak bisa mengatakan apa yang kita inginkan
Ia, menyampaikan apa yang tidak mampu untuk disampaikan.
Ketika kata kata saling bertautan satu dengan yang lain,
Membiarkan tangan ini menulis apa yang telah begitu mengganggu batinnya,
Astaga,
Sungguh,
Aku jatuh cinta pada rangkaian yang tercipta,
Tidak pernah ku sangka, Ia, Mereka, begitu berarti untukku
Aku menulis, dan membacanya seakan akan mereka kembali bicara padaku,
Kata kata itu, mengatakan segala yg ingin kudengar.....
.....juga yang ingin kusampaikan.
Ketika Kau tidak mampu memahamiku,
Kuharap Kau tidak keberatan membaca rangkaian kata yang kuukir,
Aku terlalu bisu untuk berbicara,
Terlalu naif,
Terlalu beku,
Lalu ketika kau bertanya tanya apakah hal yang paling kucintai,
Bacalah rangkaian kata kataku,
Karena kata kata yang kuukir,
Semuanya....
....memujimu.
Lewat itu, Aku berharap Kau dapat jauh lebih mudah untuk memahami.
/bellavir/
berantakan,
tidak punya arti apa apa,
tidak berarti
Kemudian tersusun begitu rapinya,
Telah terpikirkan sedemikian rupa agar Ia memiliki arti,
Untuk lebih mudah dipahami,
Untuk lebih mudah sampai ke hati
Aku, jatuh cinta padanya.
Maksudku, pada kata.
Ia hadir untuk untuk membantu tiap tiap hati yang tak mampu memahami rasa,
Ia hadir untuk membantu bibir dan lidah kelu yang tak bisa mengatakan apa yang kita inginkan
Ia, menyampaikan apa yang tidak mampu untuk disampaikan.
Ketika kata kata saling bertautan satu dengan yang lain,
Membiarkan tangan ini menulis apa yang telah begitu mengganggu batinnya,
Astaga,
Sungguh,
Aku jatuh cinta pada rangkaian yang tercipta,
Tidak pernah ku sangka, Ia, Mereka, begitu berarti untukku
Aku menulis, dan membacanya seakan akan mereka kembali bicara padaku,
Kata kata itu, mengatakan segala yg ingin kudengar.....
.....juga yang ingin kusampaikan.
Ketika Kau tidak mampu memahamiku,
Kuharap Kau tidak keberatan membaca rangkaian kata yang kuukir,
Aku terlalu bisu untuk berbicara,
Terlalu naif,
Terlalu beku,
Lalu ketika kau bertanya tanya apakah hal yang paling kucintai,
Bacalah rangkaian kata kataku,
Karena kata kata yang kuukir,
Semuanya....
....memujimu.
Lewat itu, Aku berharap Kau dapat jauh lebih mudah untuk memahami.
/bellavir/
Comments
Post a Comment