Jangan pulang

Ada hari dimana Ia pergi,
Tanpa pesan,
Tanpa kata,
Tapi Ia selalu pulang

Ada saat dimana yang lain terbakar amarah,
Lalu menangis,
Lalu berteriak,
Tapi tetap tinggal dan tidak pergi

Ada masa dimana seharusnya kau duduk,
Membaca buku,
Surat-surat
Tulisan tanganmu sendiri yang kau goreskan bertahun tahun lalu,
Tapi saat itu kau malah berhenti,
Karena mendengar yang lain terisak,
Berbicara di telepon genggam,
Kau tidak tahu harus apa,
Tidak bisa menangis,
Tidak ingin marah,
Tidak suka memihak

Dan kau hanya berbaring disana,
Diam,
Bingung,
Berusaha memahami apa yang terjadi,
Apa yang seharusnya dilakukan,
Kau tidak membaca,
Buku dan surat- surat berserakan,
Kau hanya menulis,
Dengan pikiran kosong,
Menodai kertas dengan pena,
Menekannya hingga tangganmu menegang,
Merusak kertas kertas putih,
Kau begitu kosong,
Hingga pena itu kau lemparkan pada cermin,
Hingga retaknya meretakan bayanganmu juga,
Hingga segalanya meluap,
Tertarik keatas,
Menguap keluar

Kau benci harus memilih,
Kau meludah ketika dipaksa melakukannya

Dan untuk yang pertama kalinya,
Dalam hidupmu,
Ia tidak kembali,
Dan kau tidak ingin Ia kembali pulang



Aku tidak ingin Ia kembali pulang.




/bellavir/

Comments

Popular Posts